MahakamaX

Akun Youtube Dispar Samarinda Bikin Heboh: Minta Gratisan hingga Jadi Aib Bersama Netizen Samarinda

Ada-ada saja kelakuan netizen di kota berpenduduk 0541 —sebutan Samarinda— ini. Atraksi yang diperagakan netizen lokal kita cukup menggemberikan untuk ukuran kota yang penduduknya kurang dari 1 juta jiwa ini. Ada yang usil, atau sekadar iseng. Tapi enggak sedikit yang sifatnya natural. Seperti kurang siap dalam bersosial media.

Nah, tapi sekarang kita enggak dulu ngebahas prilaku netizen —yang masih hangat kemungkinan perkara tentang drama Korea yang lagi hits itu. Sekarang ada yang lebih menarik lagi dalam skala lokal Samarinda.

Apa kalian sudah tahu, kalau akun media sosial milik Dinas Pariwisata (Dispar) Samarinda mengomentari sebuah postingan video di sebuah kanal YouTube. Dalam komentarnya tersirat keinginan meminta berbagi pengalaman tentang skill lighting engineering secara gratis, layaknya seorang kawan meminta rokok ke teman lainnya. 

Apa enggak sadar kalau komentar itu sudah bercokol di Youtube selama sebulan. Hingga 24 April 2020, akun Twitter @txtdaripemerintah memposting screenshoot komentar tersebut. Untuk diketahui akun @txtdaripemerintah adalah akun parodi yang mengkurasi komentar-komentar nyeleneh dari pemerintah yang dilontarkan di media. 

Jagat pergunjingan di dunia netizen pun kembali mengemuka. Cukup ramai yang merespons twit tersebut. Ada yang terhibur, ada juga yang merasa malu. Akun yang merepresentasikan dari Dinas Pariwisata Samarinda bermental gratisan? Sungguh mempermalukan Samarindans —sebutan orang Samarinda.

Respons serius terlontar dari akun @MySamarinda yang mempertanyakan kredibelitas si pemegang akun atau adminnya. Menuntut untuk ada tindakan tegas dari Dinas Pariwisata terkait komentar mental gratisan tersebut. Tapi enggak lama, komentar di YouTube tersebut sudah diedit dari komentar awalnya. Kemungkinan si pemegang akun sadar bahwa apa yang dia lakukan adalah blunder dan sudah terlanjur menjadi santapan netizen Samarindans yang mulai geram.

Setelah cukup ramai jadi bahan ngegibah para netizan, tiba-tiba twit @txtdaripemerintah menghapus postingan itu. Pertanyaannya, kenapa twit itu dihapus?

Usut punya usut, bahwa ada permintaan dari akun Twitter Dinas Pariwisata untuk menghapusnya dan orang yang bertanggung jawab atas blunder ini juga sudah “dimarahin”. Cukup menggelikan mendengar kata “dimarahin”. Kesannya pemegang akun ini seorang bocah yang haus atensi. Terlebih setelahnya akun Twitter Dinas Pariwisata membalas twit dari @MySamarinda dengan mengungkapkan bahwa sudah ada penindakan atas ulah si admin dengan mengatakan bahwa Kepala Dinas sudah memberikan sanksi dan memutasinya (dipindahkan).

Pernyataan ini kembali menimbulkan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Apakah semudah itu birokrasi tentang penindakan kecerobohan pegawai di Dinas Pariwisata yang dilakukan dalam hitungan jam bisa memutasi yang bersangkutan? Apakah admin akun di Twitter merupakan orang yang sama dengan pemegang akun YouTube Dinas Pariwisata?

Mahakama.co berkesempatan untuk meminta tanggapan dari Sekretaris Dinas Pariwisata Samarinda, Masrullah. Saat ngobrol dengan Mahakama.co via telepon selular, Masrullah menjelaskan bahwa benar terjadi kesalahan fatal yang dilakukan oleh admin sosial media mereka tanpa sepengetahuan dari Kepala Dinas Pariwisata. Pihaknya pun akan menindak tegas atas blunder ini.

Kami pun mempertanyakan bagaimana sistem perekrutan admin tersebut, karena menurut pemantauan kami akun Dinas Pariwsata dipakai seolah-olah menjadi akun pribadi yang leluasa berkomentar tanpa berpikir bahwa akun tersebut merupakan representasi Dinas Pariwisata di jagat digital.

Belakangan diketahui bahwa pemegang akun tersebut bernama Dwi Kurniawan dengan akun twitter @fotodeka. Dalam twitnya ia mengakui bahwa telah melakukan kesalahan dengan meninggalkan komentar pada akun YouTube tanpa sadar bahwa yang digunakan bukanlah akun pribadi. “Bulan lalu pas lagi YouTube-an trus ninggalin komen rupanya masih login akun Youtobe kantor. Nah itu aku yang ninggalin komentar ya, dengan ini ku ngaku salah. Itu bukan kesalahan Kadis, tapi murni saya yang login dan meninggalkan komentar” cuitnya di akun Twitter pribadinya seraya mengklarifikasi atas perbuatannya. Semoga enggak dilakukan lagi ya blundernya mas. Hehehe. 

Artikel Terkait

Back to top button