MahakamaX

Aplikasi Kencan Online: Tak Melulu soal Cinta Satu Malam, Banyak Sisi Positifnya Juga

Aplikasi kencan online masih dianggap oleh beberapa kalangan sebagai hal yang tabu. Khususnya untuk masyarakat di Samarinda. Kami tidak menyamaratakan semua penduduk kota ini memiliki pemikiran yang sama. Namun segelintir orang yang pernah kami temui selalu menganggap mencari pasangan atau teman kencan melalui aplikasi semacam Tinder adalah hal yang kurang etis untuk dilakukan. Apa alasannya? Karena dekat dengan hal negatif. Macam cinta satu malam. Mungkin?

Persepsi ini masih kami anggap sebagai hal yang abu-abu. Tapi bergantung pada individu itu sendiri. Kalian sebagai pengguna mempersepsikan sebagai hal negatif atau positif. Karena bukan tidak mungkin, ada segelintir kalangan yang akhirnya menemukan jodohnya di aplikasi tersebut. Mencontoh dari film Love For Sale. Mungkin? Walaupun endingnya tidak semanis yang diharapkan.

Tapi setidaknya aplikasi seperti ini banyak membantu orang-orang yang –anggaplah– kurang percaya diri untuk mencari pasangannya secara langsung. Bisa juga individu ini merasa lebih nyaman ketika kontak melalui layar ponsel bisa berlanjut ke dunia nyata terlebih dahulu, bukan sebaliknya.

Menemukan sosok yang memiliki pilihan sama di aplikasi kencan online juga bukanlah hal yang mudah. Apalagi untuk menggiring tema obrolan yang menarik setelahnya. Jadi butuh usaha lebih untuk bisa membuat lawan jenismu tertarik. Karena ini bukan hanya sekadar menampilkan foto terbaik kalian saja. Tetapi ada banyak hal yang lebih dari itu.

Lalu kenapa hal ini masih mendapat label negatif? Jelasnya karena beberapa kalangan masih beranggapan aplikasi kencan online ini dekat dengan hal semacam prostitusi online. Yang kita tahu sepak terjangnya. Bahkan sudah menjamur di berbagai jejaring sosial media. Kami tidak berusaha membantah hal ini. Faktanya, memang ada beberapa yang secara terang-terangan menjajakan diri. Tetapi apakah semua orang berminat untuk mengeluarkan uang demi kepuasan seksualnya? Jelas tidak.

Intinya semua orang yang bermain aplikasi kencan online memiliki tujuannya masing-masing. Ada yang berniat serius untuk mencari pacar, bahkan pasangan hidup. Hingga iseng saja karena ikut-ikutan atau disuruh oleh teman. Mencari pelarian karena diputus kekasih, bisa juga mencari teman yang memiliki minat di bidang yang sama. Seperti film, klub buku, grup musik, dan banyak hal lainnya yang bisa membuka topik obrolan menjadi hal yang menarik untuk satu sama lain, sebelum akhirnya mantap untuk kopi darat atau bertemu secara langsung. 

Biarkan saja semua kembali ke diri mereka masing-masing tanpa harus menghakimi hal ini sebagai sesuatu yang baik ataupun buruk.  Jadi, sudahkah kalian swipe right dan swipe left, hari ini? (*redaksi)

Artikel Terkait

Back to top button