MahakamaX

Indonesia Calon Tuan Rumah Piala Dunia U-20: Tak Dilirik, Nasib Stadion Palaran Hanya untuk Komunitas Fun Football

Beberapa waktu lalu Indonesia melalui PSSI mengajukan diri sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20 untuk tahun 2021 mendatang. Bukan main-main, negara dengan segudang prestasi sepak bola macam Brasil pun menjadi salah satu saingan Indonesia untuk event prestise garapan FIFA tersebut. 

Nantinya ada 10 stadion yang telah disiapkan oleh PSSI menjadi venue pertandingan. Namun sayang sekali mengingat statusnya yang akan menjadi Ibu Kota Negara (IKN), ternyata tidak memudahkan stadion-stadion yang ada di Kaltim menjadi 1 dari 10 stadion yang disiapkan tersebut. Why?

Padahal provinsi ini memiliki Stadion Utama Palaran yang terletak di wilayah Palaran. Bahkan pada 11 tahun yang lalu, Kaltim pernah menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII yang fokus kegiatannya banyak dihelat di kompleks stadion ini. Namun sayangnya berbagai polemik membuat stadion ini perlahan-lahan mulai ditinggalkan. Bahkan tidak terurus. Padahal jika saja ada pihak yang bertanggung jawab untuk mengelolanya. Stadion ini bisa setingkat lebih baik daripada stadion Batakan yang ada di Balikpapan. Mengingat statusnya sebagai stadion utama dan salah satu event sepakbola terakhir yang diadakan di sini adalah Piala Gubernur Kaltim medio 2018 lalu. Selebihnya stadion ini hanya digunakan sebagai tempat untuk beberapa komunitas fun football di Samarinda mengasah kemampuan mereka tiap minggunya.

Mahakama.co

Kami memiliki ide menarik untuk stadion ini. Mencontoh salah satu klub kasta kedua Liga Austria, SK Austria Klagenfurt, yang mengubah homebase mereka, Wörthersee Stadion menjadi hutan buatan. Sebagai informasi, stadion ini juga pernah menjadi venue untuk Piala Eropa pada 11 tahun lalu. Bahkan pertandingan PSG kontra Bayern Muenchen pernah berlaga di stadion ini pada International Champions Cup tahun lalu.

Dengan menggandeng seorang seniman asal Swiss bernama Klaus Littman, stadion itu pun berubah menjadi instalasi seni yang idenya untuk mengkritisi perubahan iklim dan penebangan hutan yang marak terjadi. Sama seperti yang terjadi di sebagian besar Kaltim bukan?

Klaus menanam pohon Alder, Aspen, Willow, Maple dan juga Ek di sana. Ia mengaku bahwa ide tersebut diinspirasi oleh lukisan Max Peintner pada tahun 70-an yang menggambarkan hutan lebat yang tumbuh di tengah stadion lengkap dengan sorak sorai para pendukungnya. Sepanjang pameran ini berlangsung, pihak pengelola stadion menggratiskan tiket masuk untuk para pengunjung. Menariknya, SK Austria Klagenfurt rela mengungsi ke stadion kecil untuk sementara waktu sampai 27 Oktober 2019 nanti.

Bayangkan jika Stadion Utama Palaran dialih fungsikan untuk sementara waktu menjadi instalasi seni seperti ini untuk memberi edukasi tentang bahaya deforestasi. Sisi lainnya semoga para pihak terkait bisa mulai menganggarkan pemugaran stadion ini agar bisa kembali digunakan menjadi tuan rumah event prestise nantinya. (*redaksi)

Artikel Terkait

Back to top button