MahakamaX

Krakatau, Kiamat Kecil dan Ramalan Indigo: Konon Huru-hara Itu Akan Terjadi Tahun Ini

Beberapa hari yang lalu warganet dihebohkan kabar tentang beberapa anak indigo yang memprediksi tentang tanda-tanda munculnya ramalan masa lampau. Konon,  ramalan itu akan menjadi kenyataan tahun ini.

Munculnya ramalan tersebut bukan tanpa alasan. Ditandai meletusnya anak Gunung Krakatau dengan menyemburkan awan kelabu. Semburannya terlihat jelas di sebagian wilayah di Pulau Jawa. Tidak lama berselang, muncul ledakan misterius pada dini hari waktu setempat pada 11 April 2020 lalu.

Hal ini jelas memunculkan spekulasi dari berbagai kalangan. Tidak terkecuali orang-orang dengan kemampuan khusus atau biasa kita sebut indigo. Mereka berpendapat bahwa ledakan tersebut terjadi bukan tanpa alasan. Tetapi sebagai sebuah pertanda akan adanya peristiwa hebat yang akan terjadi dalam waktu dekat.

Hal ini pertama kali dibuat menjadi sebuah utas di twitter oleh seseorang. Sayangnya ketika tulisan ini kami buat, tulisan itu sudah dihapus oleh si empunya akun. Namun kami berhasil merangkum beberapa reply atau balasan yang terdapat di kolom pencarian media sosial berlogo burung tersebut.

Dijelaskan bahwa beberapa anak indigo menyebut bahwa hal-hal buruk akan terjadi di sekitar Mei hingga Agustus 2020. Bahkan ada pula yang menambahkan bahwa hal itu terkait dengan ramalan Jayabaya yang akan menjadi kenyataan. Seperti malapetaka alam (bencana), kemelut sosial, jatuhnya raja besar yang ditakuti (kami masih menyimpulkan siapa sosok yang dimaksud), hingga munculnya sosok Satria Piningit alias Juru Selamat dalam kepercayaan suku Jawa.

Tentu saja hal ini menyulut pro kontra di kalangan netizen. Bayangkan saja di saat hidup mulai acakadut, serta ketidakstabilan ekonomi di berbagai sektor akibat pandemi tak berkesudahan ini, ada lagi hal yang menimbulkan kekhawatiran di benak masyarakat luas. Menariknya, ketika beberapa orang memilih untuk skeptis dan masa bodoh, tidak sedikit juga yang memilih untuk mempercayai hal tersebut.

Dan info yang baru saja kami dapat, ada pula sebagian netizen yang berpendapat bahwa ledakan tersebut bersumber dari bawah tanah. Ya benar sekali, orang-orang ini berpendapat bahwa pemerintah kota Jakarta atau bahkan Republik Indonesia sedang mempersiapkan proyek mega bunker guna menyelamatkan diri jikalau suatu saat bencana besar terjadi, entah dalam waktu dekat atau untuk nanti. Namun selama tidak ada satupun yang bisa membuktikan keabsahan info tersebut. Kami anggap hal ini sebagai isapan jempol belaka.

Jujur saja, krakatau sudah pernah menasbihkan dirinya sebagai penyebab “kiamat kecil” pada masa lampau. Pada 1883 ia meletus dengan dahsyat sampai menimbulkan gelombang tsunami dan juga asap tebal yang menutupi sebagian wilayah benua biru (Eropa).

Selain hal tersebut, ternyata bunyi ledakannya dipercaya bisa membuat tuli siapa saja yang berjarak 10 kilometer darinya. Bisa kalian bayangkan betapa dahsyatnya kejadian saat itu? Krakatau juga diyakini berhasil memisahkan pulau Jawa dan Sumatera pada erupsi antara tahun 416 Masehi atau 535 Masehi. Berdasarkan sebuah teks Jawa kuno bernama Pustaka Raja Purwa yang telah berhasil diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dari semula berbahasa Sanskerta.

“Ada suara guntur yang menggelegar berasal dari Gunung Batuwara. Ada goncangan bumi yang menakutkan, kegelapan total, petir dan kilat. Lalu datanglah badai angin dan hujan yang mengerikan dan seluruh badai menggelapkan seluruh dunia. Sebuah banjir besar datang dari Gunung Batuwara dan mengalir ke timur menuju Gunung Kamula. Ketika air menenggelamkannya, PJawa terpisah menjadi dua, menciptakan Pulau Sumatera,” tulis buku yang salinannya bisa kalian temui pada Perpustakaan Nasional di Jakarta.

Buku ini juga menjadi rujukan catatan beberapa arkeolog sejarah tersebut.
Dari hal di atas, banyak cerita yang bisa kita ketahui mengenai gunung yang secara administratif terletak di Provinsi Lampung tersebut. Kembali, pribadi masing-masing lah yang bisa menerima atau tidak nalar akan hal-hal tersebut, percaya maupun tidak percaya adalah pilihan diri sendiri, namun satu yang kami yakini, sebagian orang Indonesia akan selalu tertarik dengan hal-hal berbau klenik sampai kapan pun. (*)

Artikel Terkait

Back to top button