MahakamaX

Mengenal Suporter-Suporter di Samarinda, Selain Pusamania…

Di Kota Samarinda, jika topik pembicaraanya adalah sepak bola. Berada dideretan paling atas, pasti nama Pusamania begitu melekat di ingatan. Suporter tertua Pulau Kalimantan itu tidak pernah tergerus oleh jaman.

Eksistensi mereka tahun menahun tak bisa terpisahkan dari tim sepak bola Samarinda. Dimulai dari PS Putra Mahakam, PS Putra Samarinda, Persisam Putra hingga Borneo FC saat ini. Suporter dengan julukan The Republik Orange itu senantiasa mendampingi.

Namun, tahukah kamu? jika sebenarnya kelompok suporter di Kota Samarinda tidak hanya Pusamania. Ya, lazimnya kota-kota lain, dengan menyandang status sebagai ibukota provinsi, berbagai aliran suporter sempat pernah ada di kota ini. Mulai dari mania, ultras, hooligan hingga casual pernah hadir mengukir cerita di Samarinda.

So, let’s go berkenalan dengan mereka!

Laskar Badai Mahakam
(Mania)
Mahakama.co
Suporter Laskar Badai Mahakam (LBM) adalah organisasi kepemudaan yang ada di Samarinda. Dalam strukturalnya, terdapat bidang kegiatan yang diwajibkan mendukung segala aktivitas yang berbau Samarinda. Salahsatunya, Persisam Putra yang kala itu sedang berjuang di Liga Indonesia sekitar tahun 2005.

Namun warna LBM tidak sama dengan warna kebesaran klub. Jika Persisam identik dengan warna oranye, LBM justru berwarna merah biru. Namun hal itu tak menjadi penghalang. Seiring waktu, LBM semakin membesar sebab kreatifitas dalam mendukung Persisam Putra yang unik layaknya Aremania dan Jakmania kala itu yang jadi pembeda. 

LBM memulai dukungan sebagai suporter Samarinda, ketika Persisam berjuang di Divisi II Liga Indonesia, Laskar Badai Mahakam selalu mendampingi Elang Borneo berlaga di Stadion Sempaja. Tak hanya itu, mereka juga berpartisipasi ketika Kota Samarinda bertarung dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim ke-III tahun 2006 di Kukar.

Namun, ketika Persisam Putra menembus Divisi Utama Liga Indonesia dan berpindah markas dari Stadion Sempaja ke Stadion Segiri, LBM justru condong hiatus hingga kini tanpa alasan yang jelas. Sempat terdengar muncul kembali pada  2014, tak berselang lama kembali meredup.


Supersam
(Mania)
Mahakama.co

Supersam (Suporter Persisam Samarinda) lahir pada pertengahan tahun 2012. Kelompok suporter ini adalah pecahan dari beberapa korwil kelompok suporter Pusamania, yang lebih dahulu eksis. Diawal kehadirannya, Supersam mengklaim memiliki 22 korwil yang tersebar diberbagai daerah di Kota Tepian dan beberapa kota lainnya di Indonesia.

Saat tim kebanggaan mereka berada, Supersam berada di tribun selatan. Seakan ingin tampil beda. Supersam juga kerap menampilkan cara dukungan yang aktratif.  Giant flag, koreo dan pyro turut mereka tampilkan.

Namun, kiprah Supersam tak bertahan lama. Ketika Persisam yang kala itu berubah nama menjadi Pusam pindah homebase ke Stadion Palaran, seiring waktu pula hingar bingar Supersam meredup. Beberapa korwil didalamnya justru memilih jalan keluar dengan mendiri kelompok suporter baru.


Pesut City Casual
(Hooligan)
Mahakama.co

Kiprahnya sebagai barisan pendukung tim sepak bola Samarinda tak begitu panjang, mungkin hanya kurang lebih tiga hingga empat pertandingan saja mereka menampakkan diri di Stadion Segiri Samarinda.

Ya, Pesut City Casual sempat menjadi pembeda bagi suporter Persisam kala itu. Dengan ciri khas mereka yang serba hitam, serta seluruh anggotanya memakai penutup wajah yang juga berwarna hitam membuat mereka tampil beda.

Ketika di Stadion Segiri, setiap pertandingnya jumlah PCC berkisar dari 50 hingga 100 orang. Sepanjang pertandingan mereka menyanyikan chant dukungan tanpa tetabuhan. Suara mereka lantang karena memakai suara perut. Maklum mayoritas anggota PCC merupakan anak muda dari berbagai komunitas musik di Samarinda, seperti hardcore, punk rock dan semacamnya.

Berbagai versi mengiringi singkatnya cerita perjalanan Pesut City Casual “tampil” sebagai salahsatu deretan suporter sepak bola di Samarinda kala itu. Salahsatunya yang membuat mereka memilih “melenyapkan diri” karena adanya potensi terlibat friksi dengan salahsatu pendukung Persisam saat itu.

Curva Sud Pusam
(Ultras)
Mahakama.co

CSP (Curva Sud Pusam) merupakan salahsatu kelompok suporter di Samarinda yang mengusung gaya suporter Italia, Ultras. Pakaian mereka serba hitam, Perjalanan CSP ini tidak bisa dilepaskan dari Pusamania dan Supersam, sebab mereka dulunya merupakan bagian dari kelompok suporter tersebut.

Menempati tribun Selatan Stadion Palaran, berbagai dukungan mereka tampilkan. Giant flag, corteo, pyro tak pernah ketinggalan ketika hari pertandingan tiba. Soal chant mereka juga tak kalah berisik, meski pada dasarnya chant yang dipakai tak jauh berbeda dengan kebanyakkan chant ultras lainnya di Indonesia. (*/redaksi)

Artikel Terkait

Back to top button