ReviewDengar Apa?

5 Lagu yang Harus Kamu Dengarkan di Album Folklore

Taylor Swift merilis album ke-8 yang berjudul Folklore pada 24 Juli lalu. Tanpa pre-promotion, album ini dirilis secara mengejutkan. Buah dari pikiran liar selama isolasi akibat pandemi virus covid-19, Taylor menciptakan album yang disebut-sebut mirip album awal karirnya, namun dengan pendewasaan musik.

Swift memberanikan diri menciptakan ‘cerita rakyat’ dari imajinasinya sendiri. Tertulis dalam Instagramnya, “I found myself not only writing my own stories, but also writing about or from the perspective of people I’ve never met, poeple I’ve known, or those I wish I hadn’t.”

Album ini kental dengan nuansa indie. Hampir tak ada sentuhan bunyi elektro di dalamnya. Album ini memang cocok kamu dengarkan di kondisi lebih banyak di rumah saja seperti sekarang.

Sebelum kamu mendengarkan keseluruhan lagu di album, kami menyarankan 5 lagu sebagai awal yang wajib kamu dengarkan dalam album ini.

1. Seven

Lagu ini ditulis Taylor dan Aaron Dressner, gitaris dari band National. Tay terkenal tidak hanya seorang lyricist, namun juga melodist. Hampir tak ada melodi sembrono di lagu-lagunya. Selalu ada nada berbeda yang dapat dinikmati, seperti di bagian chorus lagu ini. Ah, munculnya gesekan selo juga menambah keindahan lagu ini.

2. The Last Great American Dynasty

Lagu ini disebut-sebut sebagai biografi musikal dari Rebekah Harkness. Rebekah dan Taylor memiliki kesamaan yaitu memiliki rumah di Rhode Island. Rebekah adalah seorang perempuan terkaya di Amerika pada zamannya.

3. My Tears Ricochet

Intro lagu ini memberikan nuansa dark yang sesuai dengan topik lagu ini. Lagu ini disebut sebagai lagu sad girl musim panas.

4. Invisible String

Green, teal, bad, bold, cold dan gold adalah warna-warna yang ada dalam lagu ini sebagai konotasi untuk menunjukkan intensitas cinta yang dirasakan Taylor Swift. Folklore dianggap album tersedih Taylor, namun lagu ini bukti bahwa ada tembang manis di dalamnya.

5. Mirrorball

Setidaknya ada 2 benda yang jadi judul lagu dalam album ini. Selain Mirrorball, ada juga Cardigan (track special dengan video music yang sudah rilis, kalian juga wajib mendengarnya). Dalam Mirrorball, Tay menyamakan dirinya dengan Mirrorball: merefleksikan semua personaliti di sekitarnya, dia dapat menghibur orang lain, namun ia pecah saat hatinya terluka.

Folklore berisi 16 lagu dan 1 bonus track berjudul The Lakes. Sejak rilisnya 2 minggu yang lalu, dikutip dari Billboard, album ini sudah terjual 846,000 kopi dan tercatat sebagai album terlaris tahun 2020. (*)

Artikel Terkait

Back to top button