Main Apa?Review

The Last of Us Part 2, Sekuel Memuaskan Setelah Penantian yang Panjang

Game ini dimulai beberapa tahun setelah cerita dari part pertama. Joel, Ellie dan beberapa tokoh dari The Last of Us (TLoU) menetap di Jackson Wyoming membuat koloni baru untuk bertahan hidup.

Petualangan dimulai ketika Ellie pergi dari kelompok koloni dan memulai petualangannya. Kita akan memainkan Ellie sebagai karakter utama dan Ellie bukan satu-satunya karakter yang bisa dimainkan, terlebih alur dari cerita dalam game ini yang menggunakan multiple time periods yang mana masing-masing alur cerita mempengaruhi cerita lainnya.

Lokasi utama dalam cerita game ini berfokus di kota Seattle digambarkan sangat kacau khas situasi post apocalypse yang chaos. Walaupun game ini mostly dalam situasi action namun tetap menyisipkan dialog-dialog panjang dan momen kontemplatif untuk pengembangan karakter dan plot ceritanya dengan banyak potongan cutscene bahkan beberapa ada yang dari TLoU Part 1.

Untuk gameplaynya sendiri hampir mirip dengan TLoU Part 1, semacam hunting and gathering kita musti mencuri dan menggeledah gedung-gedung di sudut kota juga di sungai berkelana menaiki kapal untuk mengumpulkan kebutuhan persediaan survival, membuat dan merakit sendiri senjata lalu kita akan menghadapi musuh manusia dan clicker (monster hasil evolusi dari manusia yang terinfeksi spora jamur) dengan peralatan dan amunisi yang terbatas hanya untuk bisa hidup. Fitur stealth pun tidak banyak berubah dan ada beberapa peningkatan dalam alat untuk membunuh secara runduk seperti melemparkan batu bata, melemparkan botol dan pecahan botol yang dapat digunakan untuk menusuk.

Menaklukan musuh dengan menyelinap dan menyekap manusia ataupun clickers lama-lama terasa membosankan karena AI (Artificial Intelligence) mereka masih bisa kita kelabui namun terkadang mereka bisa memburu kita. Ini membuat sensasi realistis dan gore dari membunuh musuh-musuh terasa kehilangan ruhnya. Dan overall dari perspektif permainannya oke lah ya namun tidak wow juga. Namun dari perspektif cerita sangat menarik, seolah kita membaca buku untuk melanjutkan ke chapter-chapter berikutnya karena penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Selain daripada menjalankan misi utama juga kita diberikan opsi untuk menjalankan misi sampingan dan kita akan mendapatkan peralatan penting untuk bisa meng-upgrade persenjataan yang mana cukup menyenangkan kalau sudah perihal upgrade meng-upgrade ini. Tidak hanya upgrade senjata namun juga upgrade skill maupun health point juga mendapatkan porsi perubahan signifikan dibanding TLoU Part 1.

Disamping dari pada gameplay, storyline, detail grafis dan lainnya game ini banyak menimbulkan kontroversi. Seperti saat peluncuran trailer-nya pada tahun 2017 lalu dimana pada cuplikan dalam trailer tersebut menampilkan kekerasan terhadap wanita. Belum lagi soal isu LGBT yang dituding sengaja disisipkan dalam game ini walaupun seperti diketahui karakter Ellie memang lesbian sejak dari TLoU Part 1. Naughty Dog sebagai developer game ini menjelaskan melalui writer and creative directornya Neil Druckmann mengungkapan melalui sosial media bahawa game yang mereka buat menginspirasi berbagai macam keragaman.

Seperti layaknya film yang membuat sequel, selalu ada beberapa opini yang positif dan negatif terkait sequel dari TLoU Part 2 ini, dan semuanya kembali ke selera kalian untuk enjoy, triggered atau pun tidak menyukainya sama sekali. (*)

Artikel Terkait

Back to top button